Postingan

Menampilkan postingan dengan label MY DIARY

Reabsorpsi Problematika

Reabsorpsi Problematika Kau takkan pernah mengerti hati ini. Kau lebih memilih popularitas yang kau prioritaskan. Sungguh, dirimu yang asli telah lenyap ditelan sunyi. Takkan pernah kembali seperti semula. Bosan dengan kesederhanaan yang hanya itu itu saja. Ku kira kau berbeda layaknya orang awam biasa. Ternyata aku salah mengira. Kau sama saja seperti orang di luar sana. Tapi, masih ada yang dapat kupilih menjadi sahabat yang tak lekang akan nafsu. Yang slalu mengerti yang terbaik yang selalu memberi nasihat yang amat melekat di lubuk hati. Kau, menjauhlah dariku. Dan aku akan menjauh sejauh mungkin takkan pernah berjumpa kembali. Itu saja. Sahabat tak perlu banyak, cukup ada 5 orang yang selalu mengerti akan keadaan dari setiap jati diri sendiri serta orang lain. Tak sudi bertemu lagi. Takkan ada gunanya lagi. Awan Gumama

Hai dia

Hai dia, Kapan aku bisa menghentikan rasa ini? Rasa memang tak bisa dipaksa. Wahai kapal, janganlah berlabuh kembali ke dermaga itu. Wahai kapal, kuperingatkan sekali lagi pada dirimu. Kau hanya bisa melirik dari jauh. Tepat di pulau kecil yang hangat ini. Apa tujuanmu kapal? Mengapa kau ingin sekali berhenti di dermaga itu? Kau tak dianggap sama sekali olehnya. Dia sibuk kepada kapal lainnya. Tak usah kau merasakan sakit itu lagi. Sekali lagi bunuh kenangan itu. Si dermaga hanya membuka jalan untukmu. Tapi dia tidak menghiraukanmu alias tidak perduli kau masuk atau tidak. Karena terlalu banyak yang mengantre. Cukup sudah, Mungkin belum masanya. Kau akan ada pengganti yang lebih baik dari dermaga itu. Pergilah, terlepas jauh dari dermaga itu. Semoga Tuhan memberikan hadiah yang menakjubkan untukmu. Wassalam Awan Gumama

Ikal

Kembali memikirkanmu kembali Mengapa? Kenangan ini telah terketuk kembali oleh hati. Dirimu kembali kepada imajinasiku. Banyak mungkin yang memikirkanmu. Mimpimu terusik karena ku. Maafkan diriku yang sering mengganggu tidurmu. Malam yang kelam untukmu. Sungguh, sungguh Aku tak ingin merindukanmu. Justru aku benci rindu ini. Bukan dirimu, sungguh bukan dirimu. Kau takkan tahu konkret diriku sejati. Mungkin aku hanya mampir di mimpimu. Hati ini cukup berakhir di mimpi. Terima kasih sudah pernah mengizinkan aku masuk ke mimpimu. Aku tak ingin berharap kembali lebih tinggi. Cukup Sampai bertemu esok di dunia ini. Selamat Malam Ikal Awan Gumama

Tulus hati

Tuhan itu memang Maha Asyik Saya yang masih menjadi penulis amatir, disini saya kembali berkutip. Hiruk pikuk malam Minggu masih standar.  Untuk hari ini, saya telah berpijak pojok zona Lumajang. Iya benar, kampungku, desaku. Ramai orang di pinggid jalan. Baik yang muda mudi atau yang lanjut usia. Untuk kali ini, kaki kiriku yang kusilangkan dengan kaki kananku sambil menikmati lagu yang kumainkan saat ini.  Usai menjenguk ibu keduaku dalam keadaan yang sangat tidak kuinginkan. Untukmu, yang selalu memanggil 'emak' yang tak pernah lelah membimbingku. Untuk kali ini, beliau terbaring lemah. Tempat yang tak seharusnya kuinginkan. Kondisi dan lokasi tempat bersimpuh yang tak nyaman. Sang suami, tiada henti melepas tangan sang isteri yang sedang sakit keras. Bulir matanya pun mulai menetes tiada henti. Isakan itu tak terdengar oleh orang lain. Namun, melihat raganya yang kosong akan kebahagiaan, Tuhan berikanlah yang terbaik pada mereka. Mereka masih ingin berjuang di Jalan-M...

Tentang Kamu

Tentang Kamu Terusik olehmu . Kembali mengenangmu. Masih takut untuk mengukir namamu dengan tarian penaku. Termenung oleh himpitan akan tanpa harapan kasih. Untukmu, aku tak ingin kembali berharap . Apalah daya, logika dan imajinasi ini Telah terbuang tanpa ada daur ulang. Kau, anorganik untukku Kala sakit, sungguh sakit. Tapi, untuk apa sakit dengan makna ambigu? Tak ada manfaat sama sekali. Substansi cinta yang kosong. Sejatinya nafsu inj terbungkus elit nan indah. Dengan merk yang tak kalah menarik perhatian birahi. Yakni "cinta" Inikah namanya jatuh cinta? Ini remajaku menuju dewasaku. Telah kupahami dan kucermati. Realita, ini hanya kagum yang berbenang merah. Melankolis yang amat rapuh nang keropos. Pergi, aku terlepas darimu

REPUBLIK MALING

Gambar
Ray, Mata Najwa benar. Pajak rakyat digorong. Pemerintah terus memburu siapa tikus rupiah ini? Ah, rupiah yang sangat menggiurkan. Kursi parlemen membuat orang berebut akan itu. Dimana-mana berjas. Orang bilang, orang penting itu dimulai dari segi penampilan yang begitu kharisma. Tapi, ia ternyata ganas. Ganas tanpa ada iba sekalipun. Rakyat meronta-ronta untuk pembangunan negeri. Mereka hanya acuh tak acuh. Bapak Jokowi diolok-olok. Rakyat kurang tahu akan perjuangannya. Kesana-kemari blusukan. Untuk menyelesaikan titik solusi masalah rakyat yang dialami saat ini. Layaknya Bupati Tegal. Tak disangka ia telah menjelma tikus yang rakus. Rupiah terus ditelan tiada henti. Ah, rakyat Tegal sedang berduka. Maafkan kami Ya Allah. Hati ini khilaf akan ini semua. Kami lupa dengan-Mu. Hamba ingin pulang. Berilah kami jalan untuk pulang Ya Allah. Tingkatkanlah iman kami ini. Kita manusia yang bodoh akan iman. Berilah cahaya untuk hati kami. Hilangkanlah kabut hitam ya...

DEGEDRASI PONDASI AGAMA

Gambar
Ray, Ray itu hanyalah imajinasi. Ia selalu menemaniku disaat aku sendiri. Tak pernah mengeluh akan masalah. Ia yang slalu memberiku solusi. Tapi, ia tak nyata. Mungkin, bicara sendiri dibilang sedikit aneh. Ah, generasi sekarang. Generasi yang terdidik, tapi ilmunya lenyap. Pilu sekali dunia ini. Semakin tua bumi, manusia berada diujung tebing menuju neraka. Sadar diri bahwa para radikalisme menyerang kita. Mereka mengambil orang orang genius. Para ilmuwanlah yang slalu diincar. Pondasi agama mulai runtuh. Revolusi yang menyakitkan. Sila-sila mulai runtuh. Persatuan dan kesatuan mulai tiada. Mereka menyerang tanpa ada rasa ampun sekalipun. Sungguh ironi planet REALITAS ini. Tanah air. Salah apa dirinya? Kau menyakitinya tanpa ada rasa iba sekalipun. Ia melipur laranya. Gundah gulana telah menyelubunginya. Kaum pelajar yang tak peduli, bagaimana nasib tanah air ini? Para tikus yang slalu rakus. Taka ada hentinya menimbun rupiah. Dimanakah generasi emas bangsa? ...

BERKELANA SEPANJANG MASA

Gambar
Ray Hari ini sesak akan kebahagiaan bersama sahabat yang langgeng ini. Saling canda gurau, berbagi ilmu, berbagi semuanya. Loyalitas tanpa batas Spektrum kehidupan sedang menunjukkan warna putih. Ah, aku akan sangat merindukannya. Menghabiskan semburat sinar matahari yang bermanfaat. Sang penandai dalam dongeng belum kunjung datang kepadaku. Entah itu benar atau salah, aku tetap percaya. Ray, bagaimana dengan dirimu? Bersama sahabat kita sang penantang impian. Berlari terus mengejar tanpa ada rasa takut akan batu nisan putih. Kita berjihad di Jalan-Nya. Allah bersama kita. Heatcliff

SOBAT DARI SURGA-MU

Gambar
Sahabatku mengalaminya. Iya, dia Kartika. Aku yakin dia akan menjadi orang yang lebih baik. Doaku selalu untuknya. Itulah sahabat sejati yang saling mendoakan. Tapi saat itu aku pernah bersalah. Aku tak mengingatkan bahwa waktunya sholat. Ya Allah bagaimana ini? Maafkan hamba-Mu ini. Wajahnya ia waktu sedang sendu. Entah sendu itu serasa asing dan tak nyaman untukku. Aku mengerti akan dirinya. Begitupun dengan Madah. Ia mungkin saat ini baca saku kejujuranku. Ah, banyak kisah yang menyakitkan disitu. Berbagai kegundahan hati nan bermuram durja. Hey, disitu aku pun punya keinginan untuk ia. Doa yang pasti akan terkabulkan oleh Allah Hamba ingin sahabat hamba yang berinisial Madah Maria Yusiani pintu hatinya dibuka lebar untuk masuk Islam. Hamba ingin membawa ke surga. Sang Maha Pencipta pasti mengabulkan doaku. Ya Allah kabulkanlah sukmaku ini. Hamba tulus dan ikhlas menolongnya menuju jalan yang benar. Heatcliff

BEGITU RAPUH NAN PILU

Gambar
Ray, Mencoret ini sesak akan dirimu. Mengapa bukan orang lain? Bermilyaran manusia, kenapa kau? Aku beda kasta dengan dirimu. Tapi, aku tak sadarkan kembali. Dunia sesak akan enigma. Distorsi alam sadarku. Aku mulai menggila memikirkanmu. Sejak dirimu menatapku sangat lama. Di saat semburat sinar rembulan menerpa wajahmu. Ah, masa lalu yang berbuah sakit. Jangan salahkan cinta, salahkan takdir manusia. Aku tetap menjalani dongeng ini. Berteduh sesaat dari terik panasnya dongeng ini. Terima kasih atas tempat yang kau berikan. Meski kau tak akan sadsr dengan itu. Maaf, perasaan ini tumbuh di waktu dan tempat yang salah. Lihatlah, perasaan ini tumbuh mekar begitu saja. Tapi aku ditakdirkan tuk menjadi Sang Penakluk Mimpi Sang Penakluk Dunia Dengan hanya bermodal keberanian. Aku hanya berani mengukir namamu disini tanpa ada yang tahu. Kecuali Sang Maha Cinta Aku hanyalah Sang Pemuja Cinta Terima kasih atas tempat yang kau berikan Terunttuk Muhammad Haikal Azaim B...

AKU TERSANDERA

Gambar
Ray, Baru saja kemarin sesak bahagia. Melihat comment di account igmu, Mengapa aku harus terjebak dalam kepalsuan cinta ini? Kau memang tak mengenali diriku sendiri.a Mengapa perasaan ini tumbuh di waktu dan tempat yang salah? Aku terperangkap hal abstrak. Spektrum ini begitu gigantisme. Dilusi dan dilusi . Takdir ini begitu menyakitkan. Tapi, aku akan berusaha dengan sabar. Enigma telah terjadi hari ini. Ah, ternyata seperti ini. Takut dan takut. Mengapa aku harus jatuh terjebak dalam dirimu itu? Ya Allah, dapatkah hamba membedakan simpul nyata dan yang palsu? Sandiwara cinta sesak akan ilusi. Imajinasi ini sangat menyesakkan hati. Aku benci dengan diriku sendiri. Aku akan menjauh dari semua ini. Heatcliff

HATI YANG FANA

Gambar
Spektrum tambatan hati untukmu yang takkan mengenal diriku. Ray, aku akan rindu dirimu. Disini, aku pulang membawa rasa pilu ini. Yang selalu beredar di otak ini tiada henti. Hingga akut gilaku akan tumbuh. Tapi aku terus berdoa agar lupa denganmu. Hanya doa ini yang bisa kusebut ray. Ya Allah, hamba hanya ingin jodoh yang terbaik untuk hamba. Hamba takut akan perasaan ini. Kagum ini menjadi tak terkendali. Ya Allah enigma ini tak kunjung usai. Dongeng apa ini? Akankah berakhir dengan bahagia? Aku harap iya.
SUNDAY, 24 APRIL 2016 Saat melihatmu begitu jauh tak menenttu arah, aku selalu ingat dimana terakhir kali kita berjumpa. Sekarang saatnya kita berpisah tubuh tetapi hatiku dengan hatimu tak kan terpisahkan. Maaf jika aku sering membuat kesalahna dengan kalian. Jika kalian sekarang menunggujku tuk kembali pulang ke rumah, tuggulah aku dengan sabar wahai sahabat. disaat seperti ini, aku selalau ingat kebaikan kalian yang kalian berikan padaku. terima kasih tuk sang penulis AHMAD RIFA'I RIF'AN. Karenamu aku bisa bangkit lagi dan semagat tuk hari esok. karena waktu di dunia kita ini kan semakin sedikit. Watakmu seperti AYAHKU, dia tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya, dia yang membanting kehidupan keluargaku. AYAH terima kasih atas jasamu pada anak dan istrimu. Maaf beribu maaf tercap dari dalam lubuk hatik, jika aku sering kali membuatmu marah, dan darah tingg. kan kudoakan selalu untukmu AYAH. Untuk IBUKU, aku sangat merindukanmu di pondok saat ini, IBU anakmu ingin curh...