Postingan

Menampilkan postingan dari 2019
Mengenang awal dekat denganmu aku tidak akan pernah menunggumu hanya saja, masa lalu kita sangatlah lucu dan itu tidak disangka kita menjadi jauh tak saling sapa Desember, bulan kita mulai dekat dengan saling menampakkan keunikan sifat satu sama lain diam-diam kita berjalan beriringan, tertawa bahagia, saling gila satu sama lain, Zi, bagiku dirimu berperan sebagai Cameo dalam hidupku kukira, kau ada adalah pemanin lawan utama dalam hidupku, namun tidak, dan skenario Tuhan memanglah tidak terduga dan saling heran satu sama lain tetapi akan beda halnya, suatu saat kita paham satu sama lain mengapa kita sungguh-sungguh menjauh satu sama lain hingga saling menyakiti. benar Zi kata Dilan, Kalo ada orang lain menyakitimu, maka dia harus menghilang. begitu pun jika aku menyakiti hatimu, maka aku juga harus menghilang, beberapa hari yang lalu dirimu mengenang masa Inaugurasi kita tahun lalu, 12 Desember 2018 tepatnya acara malam puncak dimulai.sudah di penghujung 2019,

PILU, PEKIK DAN PELIK

Suatu saat kau merasakan lebih pilu dibanding diriku seirng kali kita lupa bahwa kata "TIDAK DAN BUKAN"  adalah sebuah jawaban. Sekuat apapun Al-Fatihah mu untuknya namun jika kehendak-Nya kita hanya pasrah karena kita salah satu dari makhluk-Nya. kau sebut namanya tiap doa, belum tentu dia menyebutmu dalam doa dia. yang terbaik adalah doa yang tak pernah mengadili siapapun. karena salah satu bentuk kepasrahan diri kepada-Nya tanpa pola minta keras atau mendikte-Nya. menjadikan mu sebuah cerita dalam tiap bait hidup membuatku bangun dari kebodohan hingga menciptakan sebuah karya tulis yang indah versi diri sendiri. Tuhan benar tak selalu yang dekat kita akan dekat selamanya, mungkin mereka salah satu dari pemain figuran dalam hidupmu hanya menumpang pernah bahagia bersama. setidaknya kita pernah bahagia bersama dalam suatu lingkaran organisasi kampus. kulihat dirimu dari jauh kau tambah nampak onar dan brutal. entah apalah itu hidupmu semakin tak beraturan. persetan denga

MENJADI ORANG MERDEKA

Sama-Sama Terjebak dalam Diam  Diksimu sungguh indah namun pekik dan pelik menjadi sakit saat menjadi kenangan yang mengandung berpisah. Apa kau diciptakan oleh Tuhan hanya untuk menjadi orang salah yang selama ini aku telah dekat denganmu? Kau sangat pintar bahkan bisa kuanggap genius dalam hal saintis serta dalam beropini. Namun dibalik kegeniusanmu, kau sungguh-sungguh tipikal "Radikal" dan kontra denganku. Atau hanya aku yang terlalu egois? Selalu ada yang pertama dalam hal hidup ini. Dan harus lebih tabah menghadapi masalah sebelumnya. Apa gunanya aku selalu memikirkanmu? Hai kau dulu sangat tidak kukenali, namun jangan jadikan perempuan lainmenjadi korban hati yang telah kau lukai. Jika itu terjadi kepada perempuan lain hingga terdengar oleh kedua telingaku, sunggh aku sangat kecewa. Dan aku telah gagal mengajak temanku untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari masa lalunya.  Zi, jadilah orang merdeka Aku tahu, dirimu menyukai keadaan kesendirian dan sanga

BERBICARA

Tentang dulu... Menjadi perempuan sungguh-sungguh tidak mudah. Mereka lebih menyimpan rasa sedihnya ketimbang diumbar-umbarkan. Lebih bekerja keras, namun kesetaraan dengan laki-laki masih tetap di bawahnya. Namun, perempuan adalah makhluk yang paling mulia. Tak apa kesetaraan dengan laki-laki berbeda namun, tolong hargailah kami. Terkadang selangkangan wanita menjadi suar bagi laki-laki mata keranjang.  Dulu, saat aku menjadi sekretarismu Ternyata tidak mudah untuk mengatur segala urusan dan jadwal padat rapatmu. Hingga lupa bahwa diri sendiri sedang berada di titik paling jenuh. Anehnya lelaki sepertimu, pekamu tidak kau tunjukkan sebagai rasa perhatian, hingga membuat hati ini tergores oleh luka absurd. Dan aku berkeinginan untuk selalu menjauhimu, karena tiap lihat matamu aku selalu mengingat betapa kejamnya yang baru kurasakan saat ini.  Untuk kali pertama, aku menyeriusi hati ini Aku perempuan normal seperti lainnya, tertarik dengan lelaki. Namun tak pernah aku

5 BULAN DI MASA SULIT

5 BULAN DI MASA SULIT.... Sudah tak ada lagi gelak tawa diantara kita, tanpa diketahui orang-orang kita pernah memiliki hubungan yang sangat indah. Mungkin ada satu atau dua teman kita yang pernah tahu. Bagaimana pun kisahnya, akhirnya kita berdua tak lagi bersama. Saling berseteru dalam adu argumen dan diksi. Kian membuncah perseteruan, hingga akhirnya terlampiaskan melalui media sosial agar masih dapat mengabari dirinya bahwa kita benar-benar sedang berseteru. Apa pun akhir dari cerita ini dalam versi apa pun akan sangat indah. Dan aku masih berharap bahwa semoga pertemanan kita kembali ceria. Satu-persatu orang mulai tahu bahwa aku menyukainya. Aku tak menyalahkan siapa pun, karena akulah pelaku si penyebar cerita itu sejak awal. Keterlibatan hati memang sangat membosankan hingga bosan itu menciptakan pilu yang membitu.Ingin kusampaikan sesuatu kepadanya, apalah daya rasa ego ini jauh lebih besar dibanding semuanya. Asumsi hati jauh lebih berat ternyata dibanding otak yang mud