Postingan

MENJADI ORANG MERDEKA

Sama-Sama Terjebak dalam Diam  Diksimu sungguh indah namun pekik dan pelik menjadi sakit saat menjadi kenangan yang mengandung berpisah. Apa kau diciptakan oleh Tuhan hanya untuk menjadi orang salah yang selama ini aku telah dekat denganmu? Kau sangat pintar bahkan bisa kuanggap genius dalam hal saintis serta dalam beropini. Namun dibalik kegeniusanmu, kau sungguh-sungguh tipikal "Radikal" dan kontra denganku. Atau hanya aku yang terlalu egois? Selalu ada yang pertama dalam hal hidup ini. Dan harus lebih tabah menghadapi masalah sebelumnya. Apa gunanya aku selalu memikirkanmu? Hai kau dulu sangat tidak kukenali, namun jangan jadikan perempuan lainmenjadi korban hati yang telah kau lukai. Jika itu terjadi kepada perempuan lain hingga terdengar oleh kedua telingaku, sunggh aku sangat kecewa. Dan aku telah gagal mengajak temanku untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari masa lalunya.  Zi, jadilah orang merdeka Aku tahu, dirimu menyukai keadaan kesendirian dan sanga...

BERBICARA

Tentang dulu... Menjadi perempuan sungguh-sungguh tidak mudah. Mereka lebih menyimpan rasa sedihnya ketimbang diumbar-umbarkan. Lebih bekerja keras, namun kesetaraan dengan laki-laki masih tetap di bawahnya. Namun, perempuan adalah makhluk yang paling mulia. Tak apa kesetaraan dengan laki-laki berbeda namun, tolong hargailah kami. Terkadang selangkangan wanita menjadi suar bagi laki-laki mata keranjang.  Dulu, saat aku menjadi sekretarismu Ternyata tidak mudah untuk mengatur segala urusan dan jadwal padat rapatmu. Hingga lupa bahwa diri sendiri sedang berada di titik paling jenuh. Anehnya lelaki sepertimu, pekamu tidak kau tunjukkan sebagai rasa perhatian, hingga membuat hati ini tergores oleh luka absurd. Dan aku berkeinginan untuk selalu menjauhimu, karena tiap lihat matamu aku selalu mengingat betapa kejamnya yang baru kurasakan saat ini.  Untuk kali pertama, aku menyeriusi hati ini Aku perempuan normal seperti lainnya, tertarik dengan lelaki. Namun tak p...

5 BULAN DI MASA SULIT

5 BULAN DI MASA SULIT.... Sudah tak ada lagi gelak tawa diantara kita, tanpa diketahui orang-orang kita pernah memiliki hubungan yang sangat indah. Mungkin ada satu atau dua teman kita yang pernah tahu. Bagaimana pun kisahnya, akhirnya kita berdua tak lagi bersama. Saling berseteru dalam adu argumen dan diksi. Kian membuncah perseteruan, hingga akhirnya terlampiaskan melalui media sosial agar masih dapat mengabari dirinya bahwa kita benar-benar sedang berseteru. Apa pun akhir dari cerita ini dalam versi apa pun akan sangat indah. Dan aku masih berharap bahwa semoga pertemanan kita kembali ceria. Satu-persatu orang mulai tahu bahwa aku menyukainya. Aku tak menyalahkan siapa pun, karena akulah pelaku si penyebar cerita itu sejak awal. Keterlibatan hati memang sangat membosankan hingga bosan itu menciptakan pilu yang membitu.Ingin kusampaikan sesuatu kepadanya, apalah daya rasa ego ini jauh lebih besar dibanding semuanya. Asumsi hati jauh lebih berat ternyata dibanding otak yang mud...

Reabsorpsi Problematika

Reabsorpsi Problematika Kau takkan pernah mengerti hati ini. Kau lebih memilih popularitas yang kau prioritaskan. Sungguh, dirimu yang asli telah lenyap ditelan sunyi. Takkan pernah kembali seperti semula. Bosan dengan kesederhanaan yang hanya itu itu saja. Ku kira kau berbeda layaknya orang awam biasa. Ternyata aku salah mengira. Kau sama saja seperti orang di luar sana. Tapi, masih ada yang dapat kupilih menjadi sahabat yang tak lekang akan nafsu. Yang slalu mengerti yang terbaik yang selalu memberi nasihat yang amat melekat di lubuk hati. Kau, menjauhlah dariku. Dan aku akan menjauh sejauh mungkin takkan pernah berjumpa kembali. Itu saja. Sahabat tak perlu banyak, cukup ada 5 orang yang selalu mengerti akan keadaan dari setiap jati diri sendiri serta orang lain. Tak sudi bertemu lagi. Takkan ada gunanya lagi. Awan Gumama

Hai dia

Hai dia, Kapan aku bisa menghentikan rasa ini? Rasa memang tak bisa dipaksa. Wahai kapal, janganlah berlabuh kembali ke dermaga itu. Wahai kapal, kuperingatkan sekali lagi pada dirimu. Kau hanya bisa melirik dari jauh. Tepat di pulau kecil yang hangat ini. Apa tujuanmu kapal? Mengapa kau ingin sekali berhenti di dermaga itu? Kau tak dianggap sama sekali olehnya. Dia sibuk kepada kapal lainnya. Tak usah kau merasakan sakit itu lagi. Sekali lagi bunuh kenangan itu. Si dermaga hanya membuka jalan untukmu. Tapi dia tidak menghiraukanmu alias tidak perduli kau masuk atau tidak. Karena terlalu banyak yang mengantre. Cukup sudah, Mungkin belum masanya. Kau akan ada pengganti yang lebih baik dari dermaga itu. Pergilah, terlepas jauh dari dermaga itu. Semoga Tuhan memberikan hadiah yang menakjubkan untukmu. Wassalam Awan Gumama

Ikal

Kembali memikirkanmu kembali Mengapa? Kenangan ini telah terketuk kembali oleh hati. Dirimu kembali kepada imajinasiku. Banyak mungkin yang memikirkanmu. Mimpimu terusik karena ku. Maafkan diriku yang sering mengganggu tidurmu. Malam yang kelam untukmu. Sungguh, sungguh Aku tak ingin merindukanmu. Justru aku benci rindu ini. Bukan dirimu, sungguh bukan dirimu. Kau takkan tahu konkret diriku sejati. Mungkin aku hanya mampir di mimpimu. Hati ini cukup berakhir di mimpi. Terima kasih sudah pernah mengizinkan aku masuk ke mimpimu. Aku tak ingin berharap kembali lebih tinggi. Cukup Sampai bertemu esok di dunia ini. Selamat Malam Ikal Awan Gumama

Tulus hati

Tuhan itu memang Maha Asyik Saya yang masih menjadi penulis amatir, disini saya kembali berkutip. Hiruk pikuk malam Minggu masih standar.  Untuk hari ini, saya telah berpijak pojok zona Lumajang. Iya benar, kampungku, desaku. Ramai orang di pinggid jalan. Baik yang muda mudi atau yang lanjut usia. Untuk kali ini, kaki kiriku yang kusilangkan dengan kaki kananku sambil menikmati lagu yang kumainkan saat ini.  Usai menjenguk ibu keduaku dalam keadaan yang sangat tidak kuinginkan. Untukmu, yang selalu memanggil 'emak' yang tak pernah lelah membimbingku. Untuk kali ini, beliau terbaring lemah. Tempat yang tak seharusnya kuinginkan. Kondisi dan lokasi tempat bersimpuh yang tak nyaman. Sang suami, tiada henti melepas tangan sang isteri yang sedang sakit keras. Bulir matanya pun mulai menetes tiada henti. Isakan itu tak terdengar oleh orang lain. Namun, melihat raganya yang kosong akan kebahagiaan, Tuhan berikanlah yang terbaik pada mereka. Mereka masih ingin berjuang di Jalan-M...